Langsung ke konten utama

Landasan Teoristis Multimedia Pembelajaran


Pengertian Multimedia
Pengertian multimedia dapat berbeda dari sudut pandang orang yang berbeda. Secara umum, multimedia berhubungan dengan penggunaan lebih dari satu macam media untuk menyajikan informasi. Misalnya, video musik adalah bentuk multimedia karena informasi menggunakan audio/suara dan video. Berbeda dengan rekaman musik yang hanya menggunakan audio/suara sehingga disebut monomedia.
Multimedia berasal dari kata multi dan media. Multi berasal dari bahasa Latin, yaitu nouns yang berarti banyak atau bermacam-macam. Sedangkan kata media berasal dari bahasa Latin, yaitu medium yang berarti perantara atau sesuatu yang dipakai untuk menghantarkan, menyampaikan, atau membawa sesuatu. Kata medium dalam American Heritage Electronic Dictionary (1991) diartikan sebagai alat untuk mendistribusikan dan mempresentasikan informasi. Berdasarkan itu multimedia merupakan perpaduan antara berbagai media (format file) yang berupa teks, gambar (vektor atau bitmap), grafik, sound, animasi, video, interaksi, dan lain-lain yang telah dikemas menjadi file digital (komputerisasi), digunakan untuk menyampaikan atau menghantarkan pesan kepada publik. Multimedia adalah suatu kombinasi data atau media untuk menyampaikan suatu informasi sehingga informasi itu tersaji dengan lebih menarik (Rosch, 1996).
Munir (2011) mengatakan bahwa multimedia dalam pendidikan memiliki tiga fungsi utama yaitu fungsi suplemen yang sifatnya pilihan, fungsi pelengkap dan fungsi pengganti. Sejauh ini multimedia masih dianggap sebagai fungsi pilihan dan pelengkap dibanding dengan fungsi pengganti. Selama ini multimedia masih dianggap sebagai salah satu dari fungsi tersebut, belum dianggap sebagai satu kesatuan yang membuat satu kurikulum yang terintegrasi. Karena kurangnya integrasi ini maka hasilnya akan menghasilkan perubahan yang minimal.
Kegagalan kurangnya efektivitas penerapan multimedia dalam pendidikan, selain dari tidak terintegrasinya multimedia ke dalam kurikulum, juga dilatarbelakangi suatu kenyataan bahwa kebanyakan pendidik tidak siap untuk perubahan yang dituntut dan dihasilkan oleh hadirnya multimedia. Meskipun beberapa pendidik yang berpengalaman memiliki kemampuan, keterampilan, pengetahuan baik teknis maupun pedagogis sehingga mengetahui apa dan bagaimana mentransformasi proses pembelajaran dari menggunakan media tradisional ke penggunaan multimedia.
Fungsi Multimedia Dalam Pembelajaran
Bidang pendidikan dalam penyampaian bahan ajar secara interaktif dan dapat mempermudah pembelajaran karena didukung oleh berbagai aspek seperti suara/audio, video, animasi, teks, dan grafik. Pendidikan sangat membutuhkan teknologi multimedia. Peserta didik dapat langsung melihat dan mendengar tentang hal-hal yang dipelajarinya. Dalam aplikasi pembelajaran peserta didik dapat memilih materi atau subjek yang akan dipelajari. Di layar monitor akan muncul teks materi/subjek disertai gambar, suara, atau gambar hidup dari subjek yang dipelajari. Perhatian peserta didik akan lebih terpusat dan rasa ingin tahunya akan lebih tinggi untuk mempelajari hal-hal lain karena merasa tertarik akan media penyajiannya. Proses belajar mengajar biasanya hanya menggunakan alat bantu papan tulis, white board, buku-buku, diktat, dan lain-lain. Penggunaan alat bantu konvensional ini belum dapat mencapai tujuan secara optimal. Untuk meningkatkan kualitas hasil pembelajaran, diperlukan perangkat lunak aplikasi pendidikan dengan bantuan komputer berbasis multimedia yang lebih komunikatif dan interaktif. Hasil belajar peserta didik dapat disimpan dalam basisdata dan dapat diakses setiap saat bila diperlukan.
            Sistem multimedia mempunyai beberapa keuntungan dalam pembelajaran,diantaranya :
1.      Mengurangi waktu dan ruang yang digunakan untuk menyimpan dan menampilkan dokumen dalam bentuk elektronik dibanding dalam bentuk kertas.
2.      Meningkatkan produktivitas dengan menghindari hilangnya file.
3.      Memberi akses dokumen dlam waktu bersamaan dan ditampilkan dalam layar.
4.      Memberi informasi multidimensi dalam organisasi.
5.      Mengurangi waktu dan biaya dalam pembuatan foto.
6.      Memberikan fasilitas kecepatan informasi yang dibutuhkan dengan interaksi visual. Selain itu, manfaat multimedia adalah memungkinkan dialog, meningkatkan kreativitas, memfasilitasi kolaborasi, memperkaya pengalaman, dan meningkatkan keterampilan.

Penggunaan dan Prosedur Pengembangan Multimedia Pembelajaran
Multimedia pembelajaran digunakan untuk membantu pendidik dalam mengajar dengan memperhatikan dua hal berikut :
1.      Memperhatikan kurikulum/silabus, terutama yang berkaitan dengan metode pembelajaran yang disampaikan dan organisasi kelas.
2.      Memberikan bimbingan dan pengawasan selama penggunaan multimedia pembelajaran tersebut oleh guru agar berfungsi sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Untuk dapat mengembangkan multimedia pembelajaran, Arief S. Sadiman (2006 : 100) membagi dalam enam langkah, yakni : 
 1.Menganalisis kebutuhan dan karakteristik siswa
2. Perumusan tujuan instruksional
3. Perumusan butir-butir materi
4. Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
5. Penulisan naskah media
6. Mengadakan tes dan revisi.


PERMASALAHAN
1. Dalam pembelajaran, banyak metode yang digunakan untuk mengajar mulai dari metode ceramah, demonstrasi, pariwisata sampai presentasi. Apakah semua metode pembelajaran yang digunakan harus dipenuhi/dibarengi dengan multimedia?
2. Kurangnya sarana dan prsarana pendidikan dalam sebuah instansi sekolah membuat terhambatnya proses belajar mengajar atau bahkan membuat tujuan pembelajaran tidak tercapai. Apabila tidak terdapat fasilitas multimedia yang diharapkan, apakah yang seharusnya dilakukan (guru/pemerintah) untuk mencapai tujuan pembelajaran?
3. Dalam penggunaan multimedia, tidak hanya dapat memberikan dampak positif bagi anak tetapi juga dapat memberikan dampak negatif misalnya, malas membaca buku dan menulis (hanya berpatokan pada komputer). Apa yang seharusnya dilakukan agar terhindar/menanggulangi damapak negatif tersebut?

Komentar

Unknown mengatakan…
Saya akan menjawab permaslahan anda yang pertama jika sarana dan prasarana untuk menggunakan multimedia maka kita dapat menggunakan media yaitu; Media serbaneka merupakan suatu media yang disesuaikan dengan potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber belajar pada masyarakat.
a). Papan (board) yang termasuk dalam media ini diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan listrik, dan papan paku.
b). Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up, dan diorama.
c). Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung, ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan sekolah.
d). Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan karya wisata dan berkemah
NIDA UL AZMI mengatakan…
Saya akan membantu menjawab pertanyaan no. 3, menurut pendapat saya salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan Memperbaruhi sistem Pembelajaran di Sekolah dengan cara guru memberikan tugas pembelajaran yang menantang dan menarik untuk siswa misalnya dalam proses kegiatan belajar guru memberikan atau memunculkan masalah yang dapat didiskusikan bersama dengan siswa sehingga dapat mendorong siswa untuk menggali banyak informasi melalui aktivitas membaca. Dengan diterapkannya model seperti ini maka anak yang malas membaca tadi karena dipengaruhi penggunaan multimedia akan memiliki motivasi untuk membaca karena merasa itu adalah suatu kewajiban yang harus dikerjakannya.
Unknown mengatakan…
Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang pertama.Penggunaan media pembelajaran multimedia merupakan sarana penting bagi guru sebagai alat bantu untuk menjelaskan materi-materi yang sulit dipahami dan memperkaya imajinasi siswa, di manapun ketika ada komputer atau internet siswa dapat belajar secara mandiri.
Akan tetapi,tidak semua materi pelajaran harus kita buat dengan multimedia pembelajaran. Perlu dipertimbangkan kompleksitas materi. Multimedia pembelajaran cocok digunakan untuk materi-materi yang sulit dan butuh daya imajinasi, sehingga siswa dapat membayangkan dan menerima dengan mudah.

yulinda mengatakan…
saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 1, ketika anak sudah mengetahui multimedia anak akan menjadi malas membaca buku, menurut saya itu tidak benar, multimedia dibuat untuk membantu anak dalam memahami isi dari buku. Tergantung si guru dalam mengarahkan penggunaan multimedia. Guru bisa mengarahkan anak untuk membuat multimedia berdasarkan buku yang telah dibaca atau lain sebagainya.
Unknown mengatakan…
Saya akan menanggapi permasalahan no. 2 menurut saya jika di sekolah tidak tersedia fasilitas multimedia, guru bisa menggunakan media konvensional untuk mencapai tujuan pembelajaran. Ketika kita ingin memperlihatkan suatu kejadian guru bisa melakukan demosntrasinya secara langsung. Guru juga bisa menggunakan plastisin untuk memperlihatkan struktur dari hidrokarbon, guru bisa menggunakan baterai untuk memperlihatkan cara kerja sel volta. Jadi jika multimedia tidak biaa digunakan guru masih bisa menggunakan media konvensional
Unknown mengatakan…
Mengatasi anak yang malas membaca, guru memberikan permasalahan kepada anak. Disitu anak akan mencari sendiri pemecahan masalah tersebut, tentunya untuk mencari jawaban anak harus banyak membaca supaya anak bisa menyimpulkan pembahasannya
Unknown mengatakan…
Menurut pendapat saya...untuk pertanyaan yang pertama
Tidak semua materi efektif jija dipadukan dengan multimedia
Misalnya diskusi
Saat siswa dalam kelompok besar maupun kelompok kecil mereka akan lebih berkembang dengan apa yang mreka plajari dari kelompoknya
Jadi multimedia saat diskusi kurang efektif
Unknown mengatakan…
Menanggapi permasalahan yang pertama saya rasa metodenya tetap bisa dipakai namun berinringan dengan media yg ingin dipakai. Karena kalau hanya media saja bagaimana aktivitas belajar siswa terjadi?
Unknown mengatakan…
Menanggapi permasalahan saudara terkai penyataan apabila tidak terdapat fasilitas multimedia yang diharapkan, apa yang seharusnya dilakukan (guru/pemerintah) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Menurut saya, yang dapat dilakukan oleh guru adalah menggunakan media sederhana yang membantu dalam mengajar sehingga siswa mudah memahami pelajaran. Dan untuk pemerintah ada baiknya memberika dana untuk memenuhi kelengkapan saranan dan prasarana.
FERONIKA mengatakan…
baik saya akan menjawab permaslahan no 2
guru harus bisa mencari jalan alternatif lain agar tidak terjadi kemacetan dalam belajar. maka dari itu sangat dituntut guru yang kreatif dan inovatif. tiddak harus semuanya memanfaatkan peralatan yang canggih. menurut saya jika dicontohkan dengan alat dan bahan disekitr lingkungan siswa maka itu akan lebih bermakna
Enda damanik mengatakan…
Untuk mengatasi anak yang malas membaca maka guru harus memberikan tugas yang sumbernya diambil dari buku sehingga siswa tidak malas untuk membaca lagi.
Nurul Amini mengatakan…
Saya akan menanggapi permasalahan nomor 3.
Menurut saya, tindakan yang dapat dilakukan oleh guru yaitu menjelaskan dengan menggunakan multimedia namun tetap menggunakan buku sebagai bahan pedoman, dan juga guru memberi tugas kepada siswa agar siswa mau mengerjakan dan pasti nya membaca karena mencari jawaban. Bisa juga dilakukan dengan memberi tugas presentasi aagar siswa dapat mencari bahan untuk presentasi dengan membaca banyak sumber