Langsung ke konten utama

Prinsip Dasar Multimedia Pembelajaran


Multimedia Pembelajaran
Istilah multimedia berkenaan dengan penggunaan berbagai jenis/bentuk media secara berurutan maupun simultan dalam menyajikan suatu informasi. Merril et.al (1996) memberikan pengertian multimedia merupakan kombinasi dari berbagai jenis media seperti teks, grafik, suara, animasi dan video dalam aplikasi komputer. Pengertian yang sama diungkapkan oleh Steven Hackbarth (1996) yaitu:
Multimedia is suggested as meaning the use of multiple media formats for the presentation of information, including texts, still or animated graphics, movie segments, video, and audio information. Computer-based interactive multimedia includes hypermedia and hypertext. Hypermedia is a computer-based system that allows interactive linking of multimedia format information including text, still or animated graphic, movie segments, video, and audio. Hypertext is a non-linier organized and accessed screens of text and static diagrams, pictures, and tables.
 Vaughan (2006) mengatakan bahwa multimedia pembelajaran merupakan kombinasi teks, seni, suara, animasi, dan video yang disampaikan kepada seorang (peserta didik) dengan komputer atau peralatan manipulasi elektronik dan digital yang lain. Melalui gabungan media-media ini pengalaman belajar menjadi sesuatu yang interaktif yang mencerminkan suatu pengalaman dalam kehidupan seharihari. Sementara Hofstetter yang dikutip Suyanto (2005) menyatakan multimedia adalah pemanfaatan komputer untuk membuat dan menggunakan teks, grafik, audio, gambar bergerak (video dan animasi) dengan menggabungkan link dan tool yang memungkinkan pemakai melakukan navigasi, berinteraksi, dan berkomunikasi. Sedangkan Richard E. Mayer (2009) mengungkapkan bahwa multimedia merujuk pada dua unsur saluran pesan seperti kata-kata dan gambar jika dilihat dari mode penyajian atau auditori dan visual jika dilihat dari mode indrawi yang menangkap pesan.
Lebih lanjut Hofstetter yang dikutip Suyanto (2005: 21) menyatakan ada empat komponen penting multimedia; (1) harus ada komputer yang mengkoordinasikan apa yang dilihat dan didengar, yang berinteraksi dengan pengguna, (2) harus ada link yang menghubungkan kita dengan informasi, (3) harus ada alat navigasi yang memandu pengguna menjelajah jaringan informasi, (4) multimedia menyediakan tempat kepada pengguna untuk mengumpulkan, memproses, mengomunikasikan informasi dan ide.
 Apabila salah satu komponen tidak ada, maka bukan multimedia dalam arti yang luas. Misalnya tidak ada komputer untuk berinteraksi, maka namanya media campuran, bukan multimedia. Kalau tidak ada alat navigasi yang memungkinkan kita memilih jalannya suatu tindakan maka namanya film, bukan multimedia. Demikian juga jika kita tidak mempunyai ruang untuk berkreasi dan menyumbangkan ide sendiri, maka namanya televisi bukan multimedia.
 Perangkat multimedia dibedakan menjadi perangkat keras dan perangkat lunak. Alat perangkat keras multimedia adalah alat pengolah data yang bekerja secara elektronis dan outomatis. Perangkat keras multimedia dapat bekerja apabila ada unsur manusia yang mengerti tentang alat itu dan dapat bekerja menggunakan alat itu. Multimedia merupakan suatu sistem karena merupakan objek yang berhubungan dan bekerjasama untuk menghasilkan suatu yang diinginkan. Sistem perangkat keras multimedia terdiri atas empat unsur utama dan satu unsur tambahan. empat unsur utama terdiri dari; (1) Input Unit; (2) Central Processing Unit (CPU), (3) Strotage/Memory; (4) Output Unit, dan unsur tambahannya adalah Comunication Link. Tulisan ini memberikan batasan yang dimaksud dengan multimedia pembelajaran adalah kombinasi dari berbagai unsur penyalur pesan baik ditinjau dari aspek penyajiaanya (teks, gambar, grafik, animasi, suara video) maupun ditijau dari aspek indrawi penerima pesan (auditori dan visual) yang pengkombinasianya menggunakan perangkat ICT khususnya komputer.

Manfaat Multimedia Pembelajaran
 Multimedia pembelajaran saat ini sudah dimaknai sebagai media berbasis komputer. Multimedia tentu memiliki manfaat dalam proses pembelajaran. Yusufhadi Miarso (2004: 473-474) Menyatakan bahwa suatu media digunakan berdasarkan beberapa asumsi dasar, asumsi tersebut: (1) penggunaanya tidak hanya menambah atau memperkaya pengalaman belajar, tetapi menyajikan bahan-bahan pelajaran yang merupakan bagian integral kurikulum, (2) bahanbahan pembelajaran yang akan diberikan harus diprogram sedemikian rupa hingga memungkinkan peserta belajar untuk memilih dan menentukan kemajuan pelajarannya sendiri saat diperlukan, (3) penyajian pembelajaran dapat diterima di semua tempat pendidikan (sekolah maupun pusat belajar lain).
Berdasarkan beberapa asumsi di atas, multimedia dikembangkan karena memiliki manfaat dalam proses pembelajaran yang dilakukan baik pembelajaran individual maupun pembelajaran di bawah bimbingan. Ch. Ismaniati (2001: 26- 28) mengungkapkan manfaat pembelajaran dengan bantuan komputer, antara lain:
1.      dapat meningkatkan motivasi peserta didik.
2.      mampu memberikan informasi tentang kesalahan dan jumlah waktu belajar serta waktu untuk mengerjakan soal-soal kepada peserta didik.
3.      dapat dijadikan salah satu alternatif untuk mengatasi kelemahan pada pembelajaran berkelompok.
4.      dapat membantu peserta didik untuk trampil memilih bagian-bagian pelajaran yang hendak dipelajarinya.
5.      bermanfaat bagi peserta didik yang seringkali merasa kesulitan untuk mengikuti pembelajaran tradisional.
6.      peserta didik tidak merasa malu jika melakukan kesalahan, karena dalam pembelajaran berbantuan komputer dialog yang terjadi adalah dialog perseorangan antara peserta belajar dengan komputer.
7.      sangat mendukung pembelajaran individual, di mana sistem pembelajaran individual dianjurkan dalam pendidikan modern
Multimedia memungkinkan peserta didik untuk lebih mengenal dan terbiasa dengan komputer yang saat ini sudah sangat dikenal dan digunakan oleh banyak orang. Komputer merupakan media penyampai pembelajaran yang efektif. Hasil riset Beerman, Kathy (1996) menyebutkan bahwa menggunakan komputer mempunyai efek yang positif terhadap peserta didik, selengkapnya dikemukakan:
 Computer technology offers a powerful and versatile tool that can dramaticaly change teaching and learning. Research indicates that instruction via computers results in higher test scores compared to the conventional method,as well as greater long term retention.
Keunggulan pembelajaran dengan menggunakan media berbasis komputer diungkapkan oleh Latuheru (1988: 122) antara lain: (1) menimbulkan motivasi bagi mereka untuk lebih menekuni materi yang disajikan; (2) dengan adanya warna, musik, grafik, yang dianimasi dapat menambahkan realisme, dan merangsang untuk mengadakan latihan-latihan kerja, kegiatan laboratorium dan simulasi; (3) kecepatan dalam menaggapi respon pembelajar, sesuatu yang mengandung nilai-nilai penguat; (4) kemampuan mengingat secara cepat, tepat, dicatat dengan baik untuk merencanakan langkah selanjutnya; (5) kemampuan komputer dalam menyimpan dokumen secara aman, pembelajaran individual dapat dijalankan dengan baik.
 Banyak penelitian eksperimen tentang CAI telah dilakukan untuk mengevaluasi efektifitas berbagai program CAI. Hasil penelitian ini cenderung menyimpulkan bahwa belajar dengan menggunakan CAI akan lebih meningkatkan prestasi belajar dibanding dengan paket paket pengajaran lainnya. Richard Clark dalam Herman (1995) mengkritik bahwa program pengajaran seperti CAI bisa saja efektif tetapi dengan hanya menempatkan materi pelajaran ke dalam komputer secara asal, tidaklah akan meningkatkan efektivitas pengajaran. Oleh karena itu Simonson dan Thompson dalam Herman (1995) menyarankan agar pembuatan CAI harus direncanakan dengan baik dan usaha penelitian saat ini sebaiknya difokuskan pada pemakaian CAI untuk situasi khusus dan untuk mata pelajaran khusus pula. Pendapat para pakar media di atas dapat disintesis bahwa multimedia pembelajaran memegang peranan yang penting dan menjadi salah satu faktor penentu akan berhasilnya suatu pembelajaran.

Prinsip-prinsip desain multimedia untuk pembelajaran
Sebelum membahas lebih mendalam tentang prinsip-prinsip desain multimedia ada tahapan yang penting diketahui terlebih dahulu tentang rancangan pesan multimedia pembelajaran. Pesan-pesan multimedia hendaknya dirancang dengan mengikuti cara belajar manusia (cara otak bekerja). Richard E. Mayer (2009) menyatakan pesan multimedia yang dirancang dengan tata cara otak manusia bekerja akan lebih mungkin pembelajaran menjadi lebih bermakna dibandingkan dengan pesan multimedia yang tidak dirancang dengan mengikuti cara kerja otak manusia. Oleh karena itu Richard E. Mayer menawarkan lima tahapan dalam merancan pesan multimedia yaitu;
1)      Memilih kata-kata yang relevan dari teks dan narasi yang tersaji,
2)      Memilih gambar-gambar yang relevan dari ilustrasi yang tersaji,
3)      Mengatur kata-kata yang terpilih kedalam represendasi verbal yang koheren,
4)      Mengatur gambar-gamabr yang tersaji kedalam representasi visual yang koheren,  
5)      Memadukan representasi verbal dan representasi visual secara koheren.
Untuk memperoleh multimedia yang dapat meningkatkan pemahaman siswa dan memiliki kualitas tampilan yang baik maka desain pesan multimedia perlu dipadukan dengan prinsip-prinsip desain multimedia. Lebih lanjut Richard E. Mayer (2009) menyebutkan tujuh prinsip desain multimedia untuk dapat meningkatkan pemahaman dan kemampuan belajar siswa. Prinsip-prinsip tersebut telah dibuktikan melalui penelitian oleh Richard E Mayer dengan menggunakan tes retensi (mengingat) dan tes transfer (memahami).
1.    Prinsip multimedia Siswa dapat belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar-gambar daripada hanya kata-kata saja. Apabila pengembang multimedia pembelajaran menginginkan peningkatan pemahaman dan meningkatkan mutu desain multimedia maka sajian multimedia hendaknya memadukan dua kata-kata (teks) dan diikuti dengan sajian gambar.

2.    Prinsip keterdekatan ruang (spatial contiguity principle) Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar-gambar terkait disajikan secara berdekatan daripada saat disajikan saling berjauhan dalam halaman atau layar slide. Gambar dan kata-kata yang disajikan haruslah berdekatan dalam on-screen. Gambar dan teks/ kata yang berjauhan akan menyulitkan bagi siswa untuk memahami-nya atau bisa jadi bias makna yang disebabkan tek dan gambar yang berjauhan tersebut.


3.    Prinsip keterdekatan waktu Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata dan gambar terkait disajikan secara simultan (berbarengan) daripada suksesif (bergantian). Untuk meningkatkan pemehaman siswa gambar dan teks/kata sebaiknya disajikan secara berbarengan dalam on-screen bukan bergantian sebab jika disajikan secara bergantian dapat menyebabkan terjadi kesalahan dalam memproses informasi yaitu hubungan mental antara representasi verbal dan representasi visual tidak terjadi.

4.    Prinsip Koherensi Siswa dapat belajar lebih baik saat kata-kata, gambar-gambar atau suarasuara ekstra/tambahan dibuang daripada dimasukkan. Unsure-unsur tambahan yang tidak perlu sebaiknya dihilangkan dalam tampilan onscreen, karena unsure tambahan tersebut akan mengalihkan perhatian siswa dari materi yang penting, bisa menggangu proses penataan materi, dan dapat menggiring siswa pada materi yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran.


5.    Prinsip modalitas Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi daripada animasi dan teks on-screen. Gambar-gambar dan kata-kata sama disajikan secara visual (yakni sebagai animasi dan teks) akan menyebabkan saluran visual/pictorial kelebihan beban sebaliknya saluran auditori/verbal tidak termanfaatkan. Oleh karena itu dlam pengembangan multimedia saluaran visual dan auditori digunakan secara seimbang.

6.    Prinsip redundansi Siswa dapat belajar lebih baik dari animasi dan narasi darpada animasi, narasi dan teks on-screen. Jika kata-kata dan gambar-gambar disajikan secara visual yakni animasi dan teks akan menyebabkan saluran visual kelebihan beban sehingga pemrosesan informasi kurang maksimal.


7.    Prinsip perbedaan individual Pengaruh desain lebih kuat terhadap siswa berpengatahuan rendah daripada siswa berpengetahuan tinggi, dan siswa berkemampuan spatial tinggi lebih baik daripada siswa berspasial rendah. Penggunaan multimedia sebainya digunakan pada siswa yang belum mempelajari materi bukan untuk mengulang (remidi), sebab siswa yang memiliki pengetahuan kurang tertarik pada unsur-unsur multimedia. Begitujuga siswa yang kemampuan spasial rendah juga tidak begitu tertarik dengan tampilan multimedia.

PERMASALAHAN

1. Tujuan pembelajaran yaitu membuat perubahan perilaku siswa. Untuk mencapai tujuan tersebut siswa akan berinteraksi dengan lingkungan belajar yang diatur oleh guru. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa dalam berjalannya proses tersebut terdapat halangan-halangan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Halangan-halangan tersebut dapaat berupa rendahnya minat siswa dalam belajar, kurangnya ilmu pengetahuan dan kreativitas guru dalam merancang suatu sistem pembelajaran, keadaan sekolah/lembaga pendidikan yang kurang memadai serta keterbelakangan pemikiran orangtua/masyarakat mengenai pendidikan. Bagaimana peran multimedia pembelajaran dalam hal ini!

2. Pembelajaran saat ini dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja, tidak ada lagi halangan bagi setiap orang untuk mengakses dan menacari sumber ilmu pengetahuan. Dalam suatu instansi (sekolah/kampus) dapat saja seorang peserta didik mempunyai kemampuan yang lebih baik dari seorang tenaga pendidik (guru/dosen) dalam memahami suatu materi pembelajaran atau pemanfaatan suatu media pembelajara (membuat power point, aplikasi, dan lain sebagainya). Bagaimana seharusnya sikap dan peran pendidik dalam hal ini!.


3. Dalam memperoleh suatu ilmu pengetahuan, diciptakan suat instansi/lembaga sebagai wadah bagi anak untuk mengembangakan minat dan bakat mereka melalui menambah ilmu pengetahuan. Sekolah saat ini tidak hanya ada bagi anak-anak normal, tetapi juga terdapat sekolah bagi anak-anak yang “berkebutuhan khusus”. Sekolah ini dikenal dengan sekolah luar biasa (SLB). Bagaiamana peran multimedia dan pemanfaatannya terhadap sekolah tersebut!. 

Komentar

Unknown mengatakan…
Menurut anda apakah pengaruhnya bagi siswa jika guru dalam membuat multimedia mengabaikan prinsip dasar dari multimedia itu sendiri?
Atmajun123.blogspot.com mengatakan…
Menurut pendapat saya, hal tersebut akan sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa, dimana apabila guru membuat suatu desain multimedia berdasarkan prinsip-prinsip dasar mutimedia pembelajaran, maka prosees maupun hasil belajar akan berjalan dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran. Namun, apabila guru mengabaikan prinsip dasar multimedia, maka akan berpengaruh buruk terhadap kegiatan maupun hasil belajar siswa, karena multimedia yang dibuat tidak mempertimbangakan spek-aspek yang terdapat pada prinsip-prinsip dasar multimedia itu sendiri.
NIDA UL AZMI mengatakan…
dari blog yang anda posting, ada penelitian eksperimen tentang CAI, CAI itu sendiri apa? CAI harus direncanakan dengan baik dan usaha penelitian saat ini sebaiknya difokuskan pada pemakaian CAI untuk situasi khusus dan untuk mata pelajaran khusus pula. jadi CAI ini digunakan untuk mata pelajaran khusus yang seperti apa?
Unknown mengatakan…
Kita tahu bahwa media membantu dalam proses pembelajaran, akan tetapi apakah dengan media itu dapat menjamin keberhasilan suatu pembelajaran?
Unknown mengatakan…
Salah satu prinsip dasar multimedia ada juga berkenaan dengan ekonomis dan efisien seberapa efisien kah media yang digunakan (ppt) dalam proses pembelajaran, sedangkan ditemui di lapangan justru penggunaan ppt terasa amat membosankan?
Atmajun123.blogspot.com mengatakan…

CAI yaitu penggunaan komputer secara langsung dengan siswa untuk menyampaikan isi pelajaran, memberikan latihan dan mengetes kemajuan belajar siswa. CAI juga bermacam-macam bentuknya bergantung kecakapan pendesain dan pengembang pembelajarannya, bisa berbentuk permainan (games), mengajarkan konsep-konsep abstrak yang kemudian dikonkritkan dalam bentuk visual dan audio yang dianimasikan.
Criswell (Munir, 2001) mendefinisikan CAI (Computer Assisted Instruction) sebagai penggunaan komputer dalam menyampaikan bahan pengajaran dengan melibatkan siswa peserta didik secara aktif serta membolehkan umpan balik.
Jadi CAI adalah penggunaan komputer sebagai alat bantu dalam dunia pendidikan dan pengajaran. CAI membantu siswa memahami suatu materi dan dapat mengulang materi tersebut berulang kali sampai ia menguasai materi itu.” (Nurita, 2007).
Jadi dapat disimpulkan bahwa CAI adalah salah satu metode pengajaran yang digunakan untuk membantu pengajar dalam mengajarkan materi secara interaktif dalam sebuah program tutorial dengan menggunakan suatu aplikasi komputer.
Mata pelajaran khusus disini dimaksudkan adalah dipilih mata pelajaran yang ingin dilaksanakan dan memilih cara penggunaan CAI ynag tepat, sehingga tidak asal-asalan saja. Banyak penelitian eksperimen tentang CAI telah dilakukan untuk mengevaluasi efektifitas berbagai program CAI. Hasil penelitian ini cenderung menyimpulkan bahwa belajar dengan menggunakan CAI akan lebih meningkatkan prestasi belajar dibanding dengan paket paket pengajaran lainnya. Richard Clark dalam Herman (1995) mengkritik bahwa program pengajaran seperti CAI bisa saja efektif tetapi dengan hanya menempatkan materi pelajaran ke dalam komputer secara asal, tidaklah akan meningkatkan efektivitas pengajaran. Oleh karena itu Simonson dan Thompson dalam Herman (1995) menyarankan agar pembuatan CAI harus direncanakan dengan baik dan usaha penelitian saat ini sebaiknya difokuskan pada pemakaian CAI untuk situasi khusus dan untuk mata pelajaran khusus pula. Pendapat para pakar media di atas dapat disintesis bahwa multimedia pembelajaran memegang peranan yang penting dan menjadi salah satu faktor penentu akan berhasilnya suatu pembelajaran.
Atmajun123.blogspot.com mengatakan…
Media adalah suatu alat pembantu dalam pelaksanaan proses pembelajaran, dengan adanya media dalam suatu pembelajaaraan maka akan dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa dan membuat proses pembelajran itu lebih berkesan dan menyenangkan serta lebih mudah dipahami oleh siswa. Oleh karena itu, dengan adanya media pasti akan memperbesar peluang unutuk tercapainyaa suatu tujuan pembelajaran. Jadi, dapat dikaatakan bahwa suatu media dapat menjamin keberhasilan suatu pembelajaran.
Atmajun123.blogspot.com mengatakan…
menurut pendapat saya, ppt(power point) merupakan salah saatu media yang paling efektif dalam meningkatakan proses pembelajaran, dimana melalui media ini kita dapat mengembangakan suatu materi pembelajaran lebih mudah dan dapat menyampaikannya kepada siswa serta dapat membuka pikiran siswa lebih luas tentang suatu materi. Bosan atau tidakanya suatu media pembelajaaran ditentukan oleh guru yang menyampaikannya, apabila guru salah konsep atau media yang digunakannya tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya maka pembelajaaran akan terasa tidak menarik atau sangat membosankan.
NIDA UL AZMI mengatakan…
Bantu jawab untuk permasalahan no.3
Peran media pembelajaran bagi ABK sangatlah penting, karena keterbatasan yang dimiliki oleh ABK sehingga dibutuhkan sarana agar penyampaian materi pembelajaran dapat berhasil dengan baik. Media pembelajaran bagi ABK selama ini cukup bervariasi, dan disesuaikan dengan tingkat serta jenis kelainannya. Semakin menarik tampilan suatu media pembelajaran, maka semakin tinggi pula minat belajar anak.
Komputer dalam dunia pendidikan untuk ABK memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Banyak hal yang abstrak dan sulit dicerna oleh siswa dapat dipresentasikan melalui simulasi komputer. Salah satu aplikasi yang dapat digunakan yaitu multimedia. Penggunaan multimedia bagi ABK dapat diterapkan pada SLB-SLB yang sudah memiliki unit komputer yang memadai. Dengan tampilan yang menarik dan interaktivitas yang tinggi diharapkan multimedia ini dapat meningkatkan minat belajar siswa. Contohnya dalam pembelajaran matematika, multimedia dapat memuat tahap-tahap pengerjaan soal cerita secara urut dengan gambar yang konkret sehingga mudah dipahami oleh siswa.
Gita Sitepu mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Gita Sitepu mengatakan…
Adapun solusi yang dapat dilakukan, adalah: Pertama, Melakukan pelatihan kepada pendidik, yaitu dengan meningkatkan kualitas dalam memanfaatkan media pembelajaran dan yang terpenting adalah membentuk mindset berfikir guru untuk secara sadar menggunakan multimedia pembelajaran dalam mengajar. Hal ini sangat bermanfaat, Karena akan membantu pendidik dalam memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam memproduksi dan mengembangkan media pembelajaran. Namun, kesadaran untuk memanfaatkan media juga jauh lebih penting dari pada pelatihan memanfaatkan media tertentu. Artinya jika guru mahir memanfaatkan media tetapi tetap malas menggunakannya media hanya akan sama saja (tidak akan dimanfaatkan oleh guru).
Kedua, Manajeman pengelolaan multimedia pembelajaran, yaitu dapat dilakukan dengan membuat daftar jumlah media pembelajaran yang tersedia di sekolah, membuat jadwal pengguna media pembelajaran, membentuk tim pengelola pemeliharaan media, dan membuat catatan-catatan lain yang relevan untuk manajeman pengelolaan media pembelajaran.
Unknown mengatakan…
Baiklah saya akan mencoba membantu menjawab permasalahan yang ketiga tentang anak berkebutuhan khusus. Media yang umum diterapkan biasanya ceramah,buku,balok dan alat peraga yang lain. Namun, kita bisa melakukan revolusi agar anak istimewa ini bisa mendapatkan pembelajaran yang lebih asik, menarik, dan tak membosankan. Seperti Media yang bisa saja diterapkan antara lain simulasi dan game, karena interaktif menstimulasi anak sehingga tidak bosan mengandung perintah suara sebagai pemandu inetarksi berbasis indra yg berfungsi normal, bisa berbasis audio, gerak, dsb bahkan bisa teknologi VR sesuai kondisi anak, game yang bersifat mengajak tingkatkan awarenes anak debgan tampilan grafis sesuai ABK adalah 2D, sederhana dan colorfull font sederhana, warna cerah dan tegas serta sesuai layar media yang digunakan.
Arifahrachel mengatakan…
Salah satu manfaat pembelajaran menggunakan komputer salah satunya adalah sebagai alternatif untuk siswa yang kesulitan untuk belajar menggunakan cara tradisional. Pertanyaan saya, bagaimana fpat dikatakan demikian sedangkan pada umumnya segala cara yg dikatakan tradisional otu merupakan cara yg paling sederhana?
Arifahrachel mengatakan…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Unknown mengatakan…
Saya akan membantu menjawab pertanyaan no.2, menurut saya hal itu tidak jadi masalah, karena dalam proses belajar mengajar, guru tidak terbatas hanya menyampaikan ilmu pengetahuan saja akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian murid. Ia harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa, sehingga dapat merangsang murid untuk belajar aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
Mengingat peranannya yang begitu penting, maka guru dituntut untuk memiliki pemahaman dan kemampuan secara komprehensif tentang kompetensinya sebagai pendidik.
yulinda mengatakan…
saya ingin menanggapi pertanyaan nomor 2, bagaimana peran pendidik itu sendiri? . dari paparan yang saudari katakan diatas memang benar. guru atau pendidik seharusnya memang ada kapan dan dimana saja. Namun tidak mungkin guru harus 24 jam untuk siswa. Jadi yang saya sarankan disini kita bisa menggunakan media untuk mengatasi masalah didalam belajar. Bisa menggunakan e-learning dari guru lain yang ada di internet , jangan terpaku hanya satu guru saja , namun kejarlah ilmu dengan siapapu dan dimanapun.
Unknown mengatakan…
Dalam persoalan yang pertana peran multimedia begitu penting
Karena disana siswa dapat melihat langsung dan memahami lebih mudah pelajaran jika disajikan dengan multimedia
Unknown mengatakan…
Menanggapi permasalahan saudara terkait peranan multimedia dan pemanfaatannya terhadap sekolah luar biasa, menurut saya, multimedia digunakan oleh pengajar dalam membantu ia menjelaskan kepada siswanya. nah jika multimedia ini sekiranya mempermudah guru dalam mengajar ataupun memudahkan siswa dalam memahami materi dapat digunakan walaupun di sekolah luar biasa.
Unknown mengatakan…
Saya akan menjawab permasalahan Anda yang pertama dimana multimedia tersebut akan berperan sebagai Salah satu Hal menarik bagi siswa jika dibandingakan pengajaran biasa. Untuk pengajar harus mampu memilih media yang benar" bisa membantu dirinya bukan yang dapat merusak wibawanya di hadapan muridnya
FERONIKA mengatakan…
baik saya akan menjawab permaslahan no 2
guru harus bisa membuat siswa itu yakin akan ilmu yang dimiliki itu lebih dari siswa. dengan cara setiap proses pembelajaran siswa mendapatkan benang merah dari suatu materi sehingga tidak ada keraguan yang dirasakan oleh siswa tersebut. dan jika dibandingkan dengan kemampuan IT, itu memang wajar jika jika siswa lebih hebat dari guru. karna dizaman dahuu belum ditemukan media yang serba canggih seperti saat ini. maka guru tidak perlu minder karna dengan cara terbuka siswa juga akan memahami nya
Unknown mengatakan…
saya mau menanggapi permasalahan no. 1
peranannya dapat kita lihat, seperti Penggunaan multimedia dan alat peraga dalam pembelajaran adalah suatu upaya untuk menciptakan suasana belajar kreatif dan inovatif tanpa mengurangi tujuan belajar yang sesungguhnya yaitu adanya perubahan tingkah laku siswa yang dapat diukur dan diamati. Menciptakan suasana belajar yang menarik bagi siswa tentulah hal yang ingin dicapai oleh guru dimanapun dan kapanpun juga. Dengan menarik perhatian siswa pada KBM yang guru ciptakan tentulah motivasi belajar siswa akan meningkat demikian pula pemahaman akan konsep materi pelajaran yang tentu saja berdampak pada hasil belajar siswa yang meningkat pula..Penggunaan media pembelajaran yang dapat menghadirkan visualisasi dari materi palajaran akan sangat membantu tidak hanya guru dalam menyampaikan materi tetapi juga siswa sebagai subjek pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Penggunaan multimedia dalam pembelajaran adalah dalam rangka menjawab kebutuhan tersebut. Dengan multimedia materi dapat disajikan dalam bentuk gambar dua dimensi maupun tiga dimensi, tampilan teks yang interaktif, efek animasi (gambar bergerak), kombinasi warna yang menarik serta alat bantu suara (audio) yang membantu siswa memahami materi dengan lebih mudah.